Monday, February 2, 2015

first post about this January

January is my birthday, 28th January in 1994. So many things happened in this January. Start from my final exam on fifth semester, my worried about being mature, my travelling, and my love story. Let's begin the story.

Bulan Januari dibuka dengan serangkaian ujian akhir semester lima. Ya, aku ini anak kuliahan yang menduduki tangga kelima yang berarti semakin mendekati akhir kuliahku. Aku merasa masih belum mendapatkan apa yang aku inginkan dari kuliah ini. Apa yang aku terima selama ini kupikir tidak akan berguna jika tidak segera diaplikasikan dalam prose pengajaran yang sesunguhnya. Hal ini mendasari pemikiran 'galau' ku bahwa mengejar IPK cumlaude berfungsi sebagai prestise dan penghargaan bagi usaha kita selama lebih kurang empat tahun di bangku perkuliahan. Dibalik pencapaian IPK cumlaude itu, ada tanggung jawab yang menuntut kita mampu membagikan ilmu yang kita pahami pada anak didik, dan aku rasa proses ini tidak dipengaruhi oleh cumlaude atau tidaknya IPK seorang mahasiswa tapi kemampuan mengatur emosi dan menangani setiap anak didik yang paling dibutuhkan. Jadi, itulah jawaban atas ke-galau-anku akan arti IPK cumlaude. Aku akan mengejar cumlaude agar pengorbananku dan perjuanganku selama ini terbayar lunas, tapi aku tidak akan menjadikan hal itu sebuah tujuan akhir karena yang terpenting adalah pelunasan masa perkuliahanku di saat KKN-PPL atau mudahnya internship (dalam English) atau praktek mengajar.

Dewasa dalam definisiku adalah seseorang yang mampu terus-menerus memperbaiki dirinya karena dia tidak merasa sempurna, karena kesempurnaan hanyalah milik Tuhan Yang Kuasa. Aku masih arogan, tidak sabaran, dan masih mudah mengikuti arus, bisa dikatakan belum dewasa. Jadi yang kubutuhkan sekarang memperbaiki ketiga sifat itu dan di ulang tahunku berikutnya akan ada pencapaian yang lain yang harus aku gapai. Kata seseorang yang aku segani, Jadilah kamu wanita yang gigih dan tangguh agar apa yang kamu inginkan tercapai. Ya, aku akan melakukannya demi diriku sendiri dan kamu yang memandangku sebagai wanita yang utuh.

Perjalanan cintaku menemukan titik terang. Jika kamu membaca blogku sebelumnya, kamu akan menemukan siapa dia. Aku sempat terbenam dalam pemikiran bahwa aku tidak mengenalmu selama ini. Penyebab utama yang aku rasakan adalah karena sibuknya kita berdua hingga jarang sekali kita menghabiskan waktu bersama seharian, di suatu tempat yang nyaman hingga kita mampu bertukar pikiran. Mungkin dalam waktu dekat sulit untuk terwujud, namun aku selalu percaya waktu itu akan datang di saat yang tepat. Hampir dua tahun kita menjalani hubungan ini, dan aku mempercayaimu seutuhnya dirimu. 


No comments:

Post a Comment